Skip to content

BANG TITAN: Project Lazarus (v34.0) — Chaos Theory Edition

Framework Otomatisasi Bug Bounty, Offensive Reconnaissance, Vulnerability Assessment, dan Analisis Risiko Berbasis AI


1. Ikhtisar & Arsitektur Sistem

BANG TITAN (Project Lazarus v34.0) adalah kerangka kerja (framework) pengujian penetrasi dan perburuan celah keamanan (bug bounty) otomatis berbasis Bash. Sistem ini dirancang dengan filosofi data mutlak tanpa simplifikasi agresif, menggabungkan seluruh siklus pengujian keamanan ofensif ke dalam satu alur eksekusi terkoordinasi:

[ Target Acquisition ]
         │
         ▼
[ Phase 1: Hybrid Reconnaissance (Subfinder + Assetfinder + CRT.sh + Subzy) ]
         │
         ▼
[ Phase 2: Port & Web Service Probing (HTTPX + Naabu + Nmap + Failsafe Protocol) ]
         │
         ▼
[ Phase 3: Content & Endpoint Mining (WhatWeb + Waybackurls + GAU + Params) ]
         │
         ▼
[ Phase 4: Vulnerability Assault (Nuclei + Nikto + Dalfox + Feroxbuster) ]
         │
         ▼
[ Phase 5: Deep Exploitation (SQLMap Hybrid + Gitleaks + Searchsploit) ]
         │
         ▼
[ Phase 6: Core Markdown Reporting (BANG_TITAN_REPORT.md) ]
         │
         ▼
[ Phase 7: Privacy Cloaking (Data Scrubbing) & Lazarus AI Executive Analysis ]

2. Kebutuhan Sistem & Dependensi

Skrip memiliki sistem bootstrap internal yang mampu mendeteksi serta menginstal seluruh dependency yang belum terpasang secara otomatis.

Spesifikasi Minimum

  • Sistem Operasi: Linux (Debian/Ubuntu/Kali Linux, Arch Linux, atau Alpine Linux).
  • Hak Akses: Root / sudo (diperlukan untuk instalasi paket dan raw socket scanning Nmap/Naabu).
  • Runtime: Bash 4.4+, Go (Golang) 1.20+, Python 3.x, cURL, Git, Wget, Unzip.
  • Koneksi Jaringan: Akses terbuka ke GitHub API, crt.sh, dan endpoint AI Lazarus.

3. Panduan Instalasi & Persiapan

Langkah 1: Pengunduhan Skrip

Unduh file biner skrip langsung dari direct endpoint:

# Menggunakan cURL
curl -fsSL https://git.mnytc.eu/project/bug-bounty/bang.sh -o bang.sh

# ATAU menggunakan Wget
wget https://git.mnytc.eu/project/bug-bounty/bang.sh -O bang.sh

Langkah 2: Pemberian Hak Akses Eksekusi

Ubah izin berkas agar dapat dieksekusi oleh sistem:

chmod +x bang.sh

Langkah 3: Eksekusi Skrip dengan Hak Akses Root

Jalankan skrip menggunakan hak administratif:

sudo bash bang.sh

4. Mekanisme Otomatisasi Instalasi (Setup Environment)

Saat skrip pertama kali dijalankan, sistem setup_environment akan melakukan verifikasi dan instalasi dependensi secara otomatis melalui progress bar 22 langkah:

Kategori Paket / Perkakas Metode Instalasi
System Core curl, libpcap-dev, build-essential, git, gcc, wget, make, unzip, jq Package Manager (apt / pacman / apk)
Network & Web Scanner nmap, whatweb, nikto, sqlmap Package Manager Native
Go-Based Recon Suite subfinder, assetfinder, anew, httpx, waybackurls, gau, subzy, naabu, nuclei, dalfox, gitleaks go install <pkg>@latest dengan fallback biner resmi GitHub
Content Discovery feroxbuster Skrip instalasi nix resmi
Exploit Database searchsploit / ExploitDB Kloning Git repo ke /opt/exploitdb

5. Alur & Panduan Penggunaan Mendetail

Setelah inisialisasi lingkungan selesai, pengguna akan diminta memasukkan target pengujian:

╔════ TARGET ACQUISITION SYSTEM ════╗
║ Enter Target (e.g., target.com): 
╚═══════════════════════════════════╝

Sistem akan secara otomatis membersihkan input dari protokol (http://, https://, www., path) dan mengisolasi domain root (misal: example.com), kemudian membuat direktori terisolasi dengan struktur:

BANG_example.com_YYYYMMDD_HHMMSS/
├── recon/                  # Subdomain, port terbuka, URL, parameter
├── vuln/                   # Hasil Nuclei, Nikto, XSS, Takeover, Secrets
│   └── sqlmap/             # Hasil eksploitasi SQLMap crawl & parameter
├── fuzzing/                # Hasil brute-force direktori Feroxbuster
├── exploits/               # Pemetaan eksploit CVE ke Exploit-DB
├── logs/                   # Log status proses PID dan eksekusi alat
├── wordlists/              # Wordlist lokal (common.txt / SecLists)
├── BANG_TITAN_REPORT.md    # Laporan teknis konsolidasi
└── AI_STRATEGIC_ANALYSIS.md# Analisis eksekutif naratif dari AI Core

6. Penjelasan Komprehensif Fase Operasional

Fase 1: Hybrid Reconnaissance

  1. Subdomain Harvesting: Menggabungkan pencarian pasif melalui Subfinder, Assetfinder, dan kueri langsung basis data sertifikat SSL/TLS CRT.SH via JSON API.
  2. Normalisasi Data: Seluruh temuan dide-duplikasi menggunakan alat anew dan disimpan ke recon/all_subdomains.txt.
  3. Subdomain Takeover Audit: Menjalankan subzy dengan konkurensi tinggi (25 threads) untuk mendeteksi dangling DNS records pada layanan seperti AWS S3, GitHub Pages, Heroku, Azure, dan CloudFront.

Fase 2: Port & Service Scanning

  1. HTTP/HTTPS Probing: Memvalidasi port web aktif menggunakan httpx dengan 100 threads dan redirect follow.
  2. Scorched Earth Failsafe Protocol: Jika httpx gagal menemukan host aktif akibat restriksi jaringan, sistem mengaktifkan protokol darurat:
  3. Protocol A: Memindai manual setiap domain dengan curl timeout 5 detik pada port 80 dan 443.
  4. Protocol B (Scorched Earth): Memaksa seluruh subdomain dianggap hidup pada HTTP/HTTPS untuk memastikan tahap pengujian berikutnya tidak terhenti.

  5. Port Enumeration & Sanitasi: Menjalankan pemindaian port naabu untuk 1000 port teratas, mensterilkan output, dan meneruskannya ke nmap (-sS -sV -T4 -Pn) untuk analisis banner layanan secara mendalam.

Fase 3: Content Discovery & Parameter Mining

  1. Identifikasi Komponen Web: Menggunakan whatweb untuk mengekstraksi CMS, server web, versi framework, modul analitik, dan dependensi backend.
  2. Historical URL Mining: Mengumpulkan riwayat endpoint URL dari Wayback Machine dan AlienVault OTX menggunakan waybackurls dan gau.
  3. Parameter Isolation: Melakukan pemfilteran regular expression pada URL yang memiliki parameter dinamis (? dan =) untuk dijadikan input uji injeksi pada fase berikutnya.

Fase 4: Vulnerability Assault

  1. Template Vulnerability Scanning: Menggunakan nuclei untuk memindai kerentanan dengan tingkat keparahan low, medium, high, dan critical.
  2. Server Audit: Menjalankan nikto pada seluruh target web aktif untuk mencari miskonfigurasi server, file outdated, dan potensi celah HTTP.
  3. Cross-Site Scripting (XSS) Hunting: Mengalirkan seluruh parameter dinamis ke dalfox melalui mode pipe berkecepatan tinggi.
  4. Directory & File Fuzzing: Memanfaatkan feroxbuster dengan wordlists/common.txt (mengunduh SecLists otomatis jika belum tersedia) hingga kedalaman 2 level.

Fase 5: Deep Exploitation & CVE Mapping

  1. SQL Injection Hybrid Engine:
  2. Mode A (Active Crawl): sqlmap merayap 3 level ke dalam tautan aktif, memeriksa input formulir (--forms), dan menguji parameter dengan tingkat risiko level 2.
  3. Mode B (Direct Assault): Menguji seluruh parameter hasil tambang dari Fase 3 secara langsung.

  4. Secret & Key Leak Detection: Menganalisis response halaman aktif menggunakan gitleaks untuk mencari kebocoran token API, private key, credential database, dan file .env.

  5. CVE Exploit Mapping: Mengambil ID CVE yang ditemukan oleh Nuclei dan mencocokkannya ke database lokal searchsploit (Exploit-DB) untuk mencari tautan PoC eksploitasi publik.

Fase 6: Intelligence Reporting

Sistem mengonsolidasikan semua temuan ke dalam satu dokumen ringkasan BANG_TITAN_REPORT.md yang memuat matriks metrik, daftar kerentanan kritis terverifikasi, dan struktur artefak data.

Fase 7: Privacy Cloaking & AI Strategic Analysis

  1. Data Scrubbing (Privacy Cloak): Sebelum data dikirimkan ke model AI eksternal, fungsi scrub_sensitive_data melakukan:
  2. Penyensoran nama domain target menjadi [REDACTED_TARGET].
  3. Penyensoran seluruh alamat IPv4 menjadi [REDACTED_IP].
  4. Masking protokol dan jalur URL menjadi http://[MASKED]/.

  5. AI Transmisi: Log yang telah disensor dikirim ke endpoint AI Lazarus untuk diproses menjadi ringkasan eksekutif berbasis narasi bahasa Indonesia profesional, mencakup analisis dampak risiko dan rekomendasi mitigasi prioritas.

  6. Output AI: Disimpan langsung ke dalam AI_STRATEGIC_ANALYSIS.md.

7. Format Laporan & Hasil Analisis

Matriks Laporan Teknis (BANG_TITAN_REPORT.md)

Dokumen ini menyajikan metrik statistik:

  • Jumlah Subdomain Unik
  • Jumlah Web Target Aktif
  • Jumlah Parameter Rentan
  • Temuan Subdomain Takeover
  • Titik Injeksi SQL terkonfirmasi (Crawl & Param)
  • Temuan Kerentanan Kritis & Tinggi Nuclei
  • Temuan XSS & Kebocoran Kredensial
  • Tautan Referensi Exploit-DB

Analisis Strategis AI (AI_STRATEGIC_ANALYSIS.md)

Berisi narasi analisis risiko keamanan tingkat eksekutif dalam bahasa Indonesia tanpa metadata sensitif, dirancang untuk memudahkan penyusunan laporan manajemen atau pelaporan bug bounty triage.


8. Penanganan Masalah (Troubleshooting)

  • Izin Eksekusi Ditolak (Permission Denied): Pastikan perintah chmod +x bang.sh telah dijalankan dan eksekusi menggunakan sudo.
  • Exit Code 127 / Command Not Found pada Tool Go: Skrip secara otomatis mengekspor $GOPATH/bin dan /usr/local/go/bin ke $PATH. Jika dependensi masih gagal ditemukan, jalankan export PATH=$PATH:$HOME/go/bin:/usr/local/go/bin.
  • Interupsi Proses (Ctrl+C): Skrip dilengkapi dengan trap cleanup SIGINT yang mematikan seluruh proses latar belakang (background workers dan PID monitor) secara bersih sebelum keluar dari terminal.